Text
SKRIPSI - UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN IMAN DAN TAQWA MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL KENDALSARI KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
ABSTRAK
Murini "Upaya Meningkatkan Pemahaman Iman dan Taqwa Melalui Metode Bercerita pada Anak Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kendalsari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2011/2012"
Skripsi, jurusan tarbiyah, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pemalang
Pembimbing: Dra. Amiroh, M.Ag
Kata Kunci: Pemahaman Iman dan Taqwa, Metode Bercerita
Keimanan dan ketaqwaan merupakan pondasi dasar yang harus ditanamkan pada anak sejak dini. Dalam memahami dan mencermati tentang relevansi keimanan dan ketaqwaan dibutuhkan agar anak dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itulah pemahaman tentang iman dan taqwa harus diajarkan pada anak sejak dini.
Dari permasalahan di atas, maka secara umum permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu, apakah penerapan metode bercerita dapat meningkatkan pemahaman iman dan taqwa siswa kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kendalsari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang? Secara umum, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan meningkatkan pemahaman iman dan taqwa siswa kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal
Kendalsari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang? Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan diskusi dengan teman sejawat. Tehnik analisis data yang bersifat kualitatif yang terdiri dari hasil observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data yang berupa angka atau data kuantitatif dianalisis dengan cara menghitung prosentase.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode cerita dapat meningkatkan pemahaman iman dan taqwa siswa kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kendalsari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang?
Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan prosentase ketuntasan hasil belajar siswa pada tiap siklusnya. Pada siklus I anak mampu tanpa bantuan guru (kategori nilai: baik) sebanyak 16 anak dari 22 anak (72,27%) sedangkan anak yang mampu melakukan perintah guru dengan bantuan (kategori nilai: cukup) sebanyak 4 dari 22 anak (18,18%), sedangkan anak yang sama sekali belum mampu (kategori nilai: kurang) sebanyak 2 dari 22 anak (9,55%). Pada siklus II anak mampu tanpa bantuan guru (kategori nilai: baik) sebanyak 19 anak dari 22 anak (86,379%) sedangkan anak yang mampu melakukan perintah guru dengan bantuan (kategori nilai: cukup) sebanyak 3 dari 22 anak (13,64%), sedangkan anak yang sama sekali belum mampu (kategori nilai: kurang) sebanyak 0%. Prosentase kenaikan nilai pada siklus I dan siklus II sebesar 14,10%.
| PS1156REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (SKRIPSI) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain